resensi novel 9 matahari

9 Matahari

Kalimat-kalimat di bawah ini sangat menggerakkan, memberikan semangat dan inspirasi. Begitu indah dituliskan dalam novel pembangkit semangat yang berjudul “ 9 Matahari “. Seakan saya benar-benar merasakannya. Ada di hal 39-40 :

“ Impianku… oh aku sudah memberikannya nyawa. Aku menghidupkannya dalam hari-hariku. Ketika membuka mataku saat mengawali hari, aku menyapanya. Seperti aku menyapa matahari. Ketika beraktivitas, aku biarkan dia menyelusup ke dalam hatiku, mengintip perasaanku, dan membiarkannya berteriak bahwa ia menungguku. Aku meletakkannya dalam takhta tertinggi di pikiranku. Mengalirkan lewat darahku. Membiarkan semua partikel dalam tubuhku merasakan sensasinya. Aku biarkan tanganku meraba sebentar seperti apa wujudnya. Merasakan setiap detail keindahannya. Aku biarkan hasratku berkembang pesat.

Tumbuh…tumbuh menjulang tinngi

Menyentuh langit, mendekati matahari

Impianku seperti pohon yang menjulang tinggi. Puncaknya menembus awan. Tapi akarnya menancap tanah. Aku membiarkan impianku itu tertanam jauh dalam hatiku. Ragaku ada di bumi, tapi kubiarkan jiwaku melesat, bersamanya jauh… kuikuti ke mana pun ia bermain.

Terbang…terbanglah melayang tinggi…

Seperti layang-layang yang diulur dan menari di atas sana

Kubiarkan dirimu meliuk dilihat semua mata…sampaikan bahwa aku ada ! “

Lalu, yang ini ada di halaman 296 :

Tar, semua orang pasti tahu angka sepuluh adalah angka tertinggi. Tapi buat gue, sembilan itu angka yang pas buat diri gue melambangkan betapa bernilai dan berharganya sesuatu itu buat gue. Angka itu berada di atas rata-rata, tapi masih menyisakan satu ruang untuk terus mencapai kesempurnaan. Angka 9 masih terus mencari perbaikan diri untuk menjadi 10. Itu yang akan membuatnya terus bergerak, melakukan hal yang lebih baik dari waktu ke waktu. Dari bentuknya , angka 9 lebih menawan. Kalau lu perhatiin angka 8 itu membuat dua bulatan yang tertutup. Sementara angka 9, bagian atasnya membentuk sebuah lingkaran yang menurut gw itu adalah ruang pribadi bagi setiap orang. Seperti sebuah tempat untuk menyimpan keyakinan yang tidak akan terganggu. Sementara buntut di bawahnya adalah ruang terbuka, tempat orang itu bisa terus mengasah dirinya untuk menerima wawasan dan pengetahuan baru, serta akhirnya membuat dirinya terus menerus termotivasi untuk bisa lebih baik lagi. Dan, sembilan itu adalah nilai buat seorang yang terus membawa impiannya dengan semangat matahari, sembilan itu nilai buat seorang matari.

Ya, itu merupakan dua kutipan yang ada dalam novel luar biasa ini. Saat membaca novel ini, banyak sekali hikmah yang dapat saya petik. Salah satunya adalah tentang proses manusia menuju kesempurnaanya yang dilambangkan dengan angka 9. Sungguh memberdayakan diri saya , saat membaca kalimat-kalimat itu. Semoga semangat yang ada dalam kalimat-kalimat itu dapat menjalar dalam diri saya, juga kepada para pembaca novel ini.

sumber : http://yuamar.wordpress.com/2009/03/08/resensi-9-matahari/

Baca selengkapnya Ardi Hermawan

ARTIKEL TENTANG KORUPSI

Korupsi adalah Pelanggaran HAM

Indonesia, merupakan negara ke tiga terkorup di dunia. Mengejutkan memang, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Indonesia menjadi sorotan dunia tentang hal ini. Pemerintah sendiri dalam mengatasi masalah terpelik di negara ini masih belum menunjukkan hasil yang maksimal. Justru selama ini yang mengungkap kasus-kasus korupsi adalah LSM-LSM, malahan beberapa waktu yang lalu, salah satu anggota LSM terkemuka di Indonesia yang mengawasi khusus masalah korupsi, ICW (Indonesian Corruption Watch) mendapat pengakuan internasional atas jasanya mengungkap kasus korupsi yang dilakukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Sebenarnya masih banyak lagi kasus korupsi di negara ini yang belum terungkap, dari korupsi puluhan juta sampai trilyunan rupiah.

Pemerintah telah merumuskan UU Anti Korupsi yang terdiri dari empat unsur penting, yaitu unsur penyalahgunaan wewenang, unsur memperkaya diri sendiri atau korporasi, unsur merugikan keuangan negara dan unsur pelanggaran hukum. Kalau terjadi tindak korupsi, pelakunya langsung bisa dijerat dengan tuduhan atas empat unsur tersebut. Adapun pengertian lain tentang korupsi dirumuskan oleh Robert Klitgaard. Klitgaard merumuskan bahwa korupsi terjadi karena kekuasaan dan kewenangan tidak diimbangi dengan akuntabilitas (pertanggung jawaban), sehingga dapat dirumuskan:

C = M + D - A
Corruption = Monopoli + Diskresi - Akuntabilitas.

Sekarang masalahnya apakah korupsi yang terjadi sekarang ini termasuk pelanggaran HAM? Apalagi sekarang ini orang-orang sedang sibuk membicarakan masalah HAM, ada suatu perkara sedikit, langsung lapor ke Komnas HAM. Sebegitu mudahnya mereka membicarakan HAM, sedangkan hakikat HAM sendiri mereka tidak mengerti.

Dalam masalah perkorupsian ini, dari dokumen-dokumen HAM yang ada, yaitu Universal Declaration of Human Right, The International Covenant on Civil and Political Right (ICCPR) dan The International Covenant on Economic, Social dan Cultural Right (ICESCR), menyebutkan bahwa korupsi sesungguhnya merupakan suatu bentuk dari pelanggaran HAM. Tetapi Islam sendiri sejak kehidupan Imam Syatibi sendiri (500 tahun sebelum deklarasi HAM di Jenewa) telah menggaris bawahi dalam kitabnya al-Muwafaqot I, hal 15, bahwa maqosid tasyri' dalam Islam minimal telah memperjuangkan hak-hak yang selama ini digembor-gemborkan orang. Hak itu antara lain:

  • hifdz din (beragama),
  • hifdz nasab (keluhuran),
  • hifdz jasad (kesehatan dan keamanan),
  • hifdz mal (harta benda), dan
  • hifdz aql (pendidikan).

Hak untuk berafiliasi (penggabungan)

Termasuk dalam kategori ini adalah :

  • hak untuk menentukan nasib sendiri (ICCPR Pasal 1, ICESCR Pasal 1)
  • hak untuk berorganisasi (ICCPR Pasal 22, ICESCR Pasal 8)
  • hak kebebasan praktek dan kepercayaan budaya (ICCPR Pasal 27, ICESCR Pasal 15)
  • hak kebebasan beragama (ICCPR Pasal 18)

Pelanggaran atas hak-hak tersebut bilamana korupsi terjadi pada kebijakan yang diambil pemerintah yang menyebabkan kerusakan lingkungan, menguntungkan perusahaan besar dan meminggirkan masyarakat adat yang telah menghuni kawasan tersebut turun temurun.

Hak atas hidup, kesehatan tubuh dan integritas

Termasuk dalam kategori ini adalah :

  • hak bebas dari penyiksaan (ICCPR Pasal 7)
  • hak atas kehidupan (ICCPR Pasal 6)
  • hak atas kesehatan (ICESCR Pasal 12)
  • hak atas standar hidup yang memadai (ICESCR Pasal 11)

Salah satu contoh dari pelanggaran ini adalah impor limbah berbahaya dari Singapura. Bagaimana mungkin limbah berbahaya yang mengancam kelestarian lingkungan hidup (termasuk di dalamnya manusia), bisa masuk ke Indonesia? Penyebabnya tiada lain adalah korupsi yang melibatkan banyak pihak.

Contoh lain yang dapat dikemukakan adalah penyiksaan yang dilakukan oleh aparat TNI menggunakan fasilitas Freeport di Papua. Dengan tuduhan terlibat Organisasi Papua Merdeka, aparat TNI yang mendapat dana "keamanan" dari PT Freeport melakukan penyiksaan terhadap tokoh-tokoh masyarakat yang menentang kehadiran Freeport.

Hak untuk berpartisipasi dalam politik

Termasuk dalam kategori ini adalah :

  • hak kebebasan berekspresi (ICCPR Pasal 19)
  • hak untuk memilih dalam pemilihan umum (ICCPR, Pasal 15)

Kebebasan berekspresi termasuk hak untuk mendapatkan informasi dalam berbagai bentuk. Pelanggaran atas hak kebebasan berekspresi dapat dilihat pada gugatan pencemaran nama baik yang dilakukan terhadap media dan aktivis anti korupsi. Demikian juga berbagai praktek money politics dalam pemilihan umum dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap hak untuk memilih. Dengan adanya money politics, pilihan yang diberikan oleh para pemilih bukan atas kehendak pribadi tetapi karena motivasi uang sehingga pemilihan umum tidak memiliki integritas lagi.

Hak atas penegakan hukum dan non-diskriminasi

Hak ini termasuk hak atas pengadilan yang adil dan penghargaan individu setara di depan hukum (ICCPR, Pasal 9-15). Kategori pelanggaran atas hak ini dapat kita saksikan pada korupsi di peradilan. Karena korupsi, hakim tidak memutuskan berdasarkan keadilan tetapi justru pada besarnya uang yang diberikan. Akibatnya, banyak koruptor besar yang dibebaskan atau mendapat hukumgan ringan, sementara maling ayam di kampung mendapatkan hukuman yang berat.

Hak atas pembangunan sosial dan ekonomi

Termasuk dalam kategori ini adalah:

  • hak mendapatkan kondisi kerja yang layak (ICESCR, Pasal 6-9)
  • hak atas pendidikan (ICESCR, Pasal 13-14)

Kedua hak ini dapat dilanggar melalui alokasi anggaran yang tidak adil. Seperti dapat kita saksikan pada APBN, sebagian besar alokasinya untuk pembayaran utang dalam negeri dan luar negeri. Anggaran pendidikan hanya mendapat kurang dari 10%. Apalagi anggaran kesehatan yang jauh dibawahnya. Jelas dalam kategori ini, negara telah melakukan pelanggaran HAM.

Dari uraian di atas, para koruptor dapat digolongkan ke dalam beberapa golongan pelanggaran HAM, tergantung di segmen mana dia melakukan korupsi, sehingga mereka dapat dijerat atas dua tuduhan, yakni pencurian dan pelanggaran HAM.

Baca selengkapnya Ardi Hermawan

PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF

1. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang diawali dengan pernyataan umum dan disusul dengan penjelasan khusus. Pada paragraf ini, kalimat utama terletak di awal paragraf.

Contoh paragraf deduktif :

Frustrasi terjadi jika seseorang terhalang oleh suatu hal dalam mencapai tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan, atau tindakan tertentu. Agresi merupakan salah satu cara berespons terhadap frustrasi. Remaja miskin yang nakal adalah akibat dari frustrasi yang berhubungan dengan banyaknya waktu menganggur, keuangan yang pas-pasan, dan adanya kebutuhan yang harus segera terpenuhi tetapi sulit sekali tercapai. Akibatnya, mereka menjadi mudah marah dan berperilaku agresif.

2. Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang diawali dengan urutan atau penjelasan khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum. Pada paragraf ini, kalimat utama terletak di akhir paragraf sebagai kesimpulan.

Contoh paragraf induktif :

Faktor penyebab seperti yang dipaparkan, diharapkan dapat bermanfaat bagi para orangtua, pendidik, dan terutama para remaja sendiri dalam berperilaku dan mendidik generasi berikutnya agar lebih baik. Dengan demikian, aksi-aksi kekerasan baik dalam bentuk
agresi verbal maupun agresi fisik dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan. Mungkin masih banyak faktor penyebab lainnya yang belum dibahas di sini. Akhirnya, kita setidaknya berharap bahwa faktor-faktor agresi patut diwaspadai.

Baca selengkapnya Ardi Hermawan

KALIMAT EFEKTIF

           Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.

            Dalam hal ini hendaknya dipahami pula bahwa situasi terjadinya komunikasi juga sangat berpengaruh. Kalimat yang dipandang cukup efektif dalam pergaulan, belum tentu dipandang efektif jika dipakai dalam situasi resmi, demikian pula sebaliknya. Misalnya kalimat yang diucapkan kepada tukang becak, “Berapa, Bang, ke pasar Rebo?”  Kalimat tersebut jelas lebih efektif daripada kalimat lengkap, “Berapa saya harus membayar, Bang, bila saya menumpang becak Abang ke pasar Rebo?”

            Yang perlu diperhatikan oleh para siswa dalam membuat karya tulis, baik berupa essay, artikel, ataupun analisis yang bersifat ilmiah adalah penggunaan bahasa secara tepat, yaitu memakai bahasa baku. Hendaknya disadari bahwa susunan kata yang tidak teratur dan berbelit-belit, penggunaan kata yang tidak tepat makna, dan kesalahan ejaan dapat membuat kalimat tidak efektif.

            Berikut ini akan disampaikan beberapa pola kesalahan yang umum terjadi dalam penulisan serta perbaikannya agar menjadi kalimat yang efektif.

 

1.  Penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat :

-          Sejak dari usia delapan tauh ia telah ditinggalkan ayahnya.

(Sejak usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.)

 

-          Hal itu disebabkan karena perilakunya sendiri yang kurang menyenangkan.

(Hal itu disebabkan perilakunya sendiri yang kurang menyenangkan.

 

-          Ayahku rajin bekerja agar supaya dapat mencukupi kebutuhan hidup.

(Ayahku rajin bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.)

 

-          Pada era zaman  modern ini teknologi berkembang sangat pesat.

(Pada zaman modern ini teknologi berkembang sangat pesat.)

 

-          Berbuat baik kepada orang lain adalah merupakan tindakan terpuji.

(Berbuat baik kepada orang lain merupakan tindakan terpuji.)

 

 

 

2.  Penggunaan kata berlebih yang ‘mengganggu’ struktur kalimat :

-          Menurut berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah.

(Berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah. / Menurut berita yang saya dengar, kurikulum akan segera diubah.)

 

-          Kepada yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.

(Yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.)

 

3.  Penggunaan imbuhan yang kacau :

-          Yang meminjam buku di perpustakaan harap dikembalikan.

(Yang meminjam buku di perpustakaan harap mengembalikan. / Buku yang dipinjam dari perpustakaan harap dikembalikan)

 

-          Ia diperingati oleh kepala sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya.

(Ia diperingatkan oleh kepala sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya.

 

-          Operasi yang dijalankan Reagan memberi dampak buruk.

(Oparasi yang dijalani Reagan berdampak buruk)

 

-          Dalam pelajaran BI mengajarkan juga teori apresiasi puisi.

(Dalam pelajaran BI diajarkan juga teori apresiasi puisi. / Pelajaran BI mengajarkan juga apresiasi puisi.)

 

4.  Kalimat tak selesai :

-          Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial yang selalu ingin berinteraksi.

(Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial, selalu ingin berinteraksi.)

 

-          Rumah yang besar yang terbakar itu.

(Rumah yang besar itu terbakar.)

 

 

5.  Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku :

-          Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.    

(Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.)

 

Kata-kata lain yang sejenis dengan itu antara lain menyolok, menyuci, menyontoh, menyiptakan, menyintai, menyambuk, menyaplok, menyekik, menyampakkan, menyampuri, menyelupkan dan lain-lain, padahal seharusnya mencolok, mencuci, mencontoh, menciptakan, mencambuk, mencaplok, mencekik, mencampakkan, mencampuri, mencelupkan.                                 

 

-          Pertemuan itu berhasil menelorkan ide-ide cemerlang.

(Pertemuan itu telah menelurkan ide-ide cemerlang.)

 

-          Gereja itu dilola oleh para rohaniawan secara professional.

(Gereja itu dikelola oleh para rohaniwan secara professional.)

 

      -     tau             à  tahu                             -   negri         à  negeri

      -     kepilih       à  terpilih                           -   faham       à  paham

      -     ketinggal   à  tertinggal                      -   himbau     à  imbau

      -     gimana      Ã   bagaimana                   -   silahkan    à  silakan

      -     jaman        à  zaman                         -   antri           à  antre

      -     trampil       à  terampil                        -   disyahkan à  disahkan

 

6.  Penggunaan tidak tepat kata ‘di mana’ dan ‘yang mana’ :

-          Saya menyukainya di mana sifat-sifatnya sangat baik.

(Saya menyukainya karena sifat-sifatnya sangat baik.)

 

-          Rumah sakit di mana orang-orang mencari kesembuhan harus selalu bersih.

(Rumah sakit tempat orang-orang mencari kesembuhan harus selalu bersih.)

 

-          Manusia membutuhkan makanan yang mana makanan itu harus mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh.

(Manusia membutuhkan makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh.)

 

 

 

7.   Penggunaan kata ‘daripada’ yang tidak tepat :

-          Seorang daripada pembatunya pulang ke kampung kemarin.

(Seorang di antara pembantunya pulang ke kampung kemarin.)

 

-          Seorang pun tidak ada yang bisa menghindar daripada pengawasannya.

(Seorang pun tidak ada yang bisa menghindar dari pengawasannya.)

 

-          Tendangan daripada Ricky Jakob berhasil mematahkan perlawanan musuh.

(Tendangan Ricky Jakob berhasil mematahkan perlawanan musuh.)

 

8.   Pilihan kata yang tidak tepat :

-          Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan waktu untuk berbincang bincang dengan masyarakat.

(Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan masyarakat.)

 

-          Bukunya ada di saya.

(Bukunya ada pada saya.)

 

9.    Kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti :

-          Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai pembicaraan damai antara komunis dan pemerintah yang gagal.

 

Kalimat di atas dapat menimbulkan salah pengertian. Siapa/apa yang gagal? Pemerintahkah atau pembicaraan damai yang pernah dilakukan?

 

(Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai kembali pembicaraan damai yang gagal antara pihak komunis dan pihak pemerintah.

 

-          Sopir Bus Santosa yang Masuk Jurang Melarikan Diri

 

Judul berita di atas dapat menimbulkan salah pengertian. Siapa/apa yang dimaksud Santosa? Nama sopir atau nama bus? Yang masuk jurang busnya atau sopirnya?

 

            (Bus Santoso Masuk Jurang, Sopirnya Melarikan Diri)

10.   Pengulangan kata yang tidak perlu :

-          Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku setahun.

(Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku.)

 

-          Film ini menceritakan perseteruan antara dua kelompok yang saling menjatuhkan, yaitu perseteruan antara kelompok Tang Peng Liang dan kelompok Khong Guan yang saling menjatuhkan.

(Film ini menceritakan perseteruan antara kelompok Tan Peng Liang dan kelompok Khong Guan yang saling menjatuhkan.)

 

11.   Kata ‘kalau’ yang dipakai secara salah :

-          Dokter itu mengatakan kalau penyakit AIDS sangat berbahaya.

(Dokter itu mengatakan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya.)

 

-          Siapa yang dapat memastikan kalau kehidupan anak pasti lebih baik daripada orang tuanya? 

(Siapa yang dapat memastikan bahwa kehidupan anak pasti lebih baik daripada orang tuanya?)

 

 

 

 


     

 

Baca selengkapnya Ardi Hermawan

SAHABAT

Sahabat kau adalah pelipur lara hatiku
Disaat ku senang maupun duka
Gelapku terasa terang ketika bersamamu
Nafasmu adalah paru-paru hatiku

Sahabat kau bagai mentari yang menerangi pagi
Kau bagai bintang yang menerangi malam
Senyummu indah bagai rembulan
Tutur katamu bagaikan angin yang berirama

Sahabat...kau selalu mengajakku dalam kebaikan
Kau yang melarangku dalam keburukan
Kau bagai tuntunan hidupku
Kemana aku harus menuju

Senangmu senangku
Sedihku sedihmu
Bangga kepadamu
Karena kamulah sahabatku

Baca selengkapnya Ardi Hermawan

DAFTAR KATA BAKU DAN TIDAK BAKU


No

Kata Baku

Kata Tidak Baku

1

aktif

aktip, aktive

2

Alquran

Al-Quran, Al-Qur'an, Al Qur'an

3

amfibi

amphibi

4

analisis

analisa

5

apotek

apotik

6

asas

azas

7

asasi

azasi

8

atlet

atlit

9

atmosfer

Atmosfir, atmosphere

10

azan

adzan

11

cabai

cabe, cabay

12

daftar

daptar

13

dekret

dekrit

14

detail

detil

15

doa

do’a

16

efektif

efektip, efektive, epektip, epektif

17

efektivitas

efektifitas

18

eksem

eksim, exim

19

ekstrem

ekstrim, extrim

20

elite

elit

21

e-mail

email, imel

22

faksimile

faksimili, faksimil

23

Februari

Pebruari, February

24

foto

photo

25

fotokopi

foto copy, photo copy, photo kopi

26

hakikat

hakekat

27

hipotesis

hipotesa

28

ijazah

ijasah, izajah

29

izin

ijin

30

jadwal

jadual

31

Jumat

Jum’at

32

karena

karna

33

karisma

kharisma

34

karismatik

kharismatik

35

kategori

katagori

36

khotbah

khutbah

37

komplet

komplit, kumplit

38

konkret

kongkret, kongkrit, konkrit

39

kreatif

kreatip, kreative

40

kreativitas

kreatifitas

41

kredit

kridit

42

kualitas

kwalitas, kwalitet

43

kuantitas

kwantitas

44

kuitansi

kwitansi

45

kuota

kwota

46

laknat

la’nat

47

lembap

lembab

48

lubang

lobang

49

maaf

ma’af

50

makhluk

mahluk

51

masyhur

mashur

52

muazin

muadzin

53

mukjizat

mu’jizat

54

napas

nafas

55

nasihat

nasehat

56

negeri

negri

57

nikmat

ni’mat

58

november

nopember

59

objek

obyek

60

pasif

pasip, pasive, fasip

61

penasihat

penasehat

62

petai

pete, petay

63

proklamasi

proklamir

64

provinsi

propinsi, profinsi

65

proyek

projek, project

66

rakaat

raka’at

67

rezim

rejim

68

risiko

resiko

69

rizki

rezeki, rejeki, riski, rizqi

70

rubuh

roboh

71

sintesis

sintesa

72

sistem

sistim, system

73

stroberi

strawberi, strawbery

74

subjek

subyek

75

surga

syurga, sorga

76

saraf

syaraf, sarap

77

takwa

taqwa

78

taoge

tauge, toge

79

teknik

tehnik, tekhnik

80

teknologi

tekhnologi, tehnologi

81

teladan

tauladan

82

telepon

telpon, telfon, telefon, telephone

83

telur

telor

84

tobat

taubat

85

ubah

rubah, robah

86

ustaz

ustadz, ustad

87

ustazah

ustadzah

88

zaman

jaman

89

zikir

dzikir

90

zuhur

dzuhur, dhuhur, zhuhur

 

 

Baca selengkapnya Ardi Hermawan

Pengikut